Ads (728x90)

Prinsip Hidup Seorang Samurai - samurai saat ini diindonesia dikenal sebagai icon kejahatan , icon dari anak-anak nakal , karena mereka sesungguhnya tidak tahu apa itu samurai dan terlalu lebay dengan sesuatu yang bernama samurai , samurai bukanlah suatu kelompok atau individu , samurai bukanlah geng2 bermotor yang suka sok-sokan , samiurai adalah prinsip cara hidup yang dipilih seseorang. ini akan menjadi suatu pelajaran.

Samurai sejati adalah sosok yang memegang teguh prinsip, berpendirian kuat, memiliki integritas yang tinggi, dan setia terhadap junjungan. Ia juga menghormati orang tua, berhati lembut berjiwa berani.

Kira-kira itulah karakter ideal samurai yang teguh menganut bushido, sebuah kode kehormatan dan aturan hidup prajurit Jepang. Mereka yang menjalankannya disebut bushi, prajurit perang.

Setidaknya ada delapan prinsip falsafah bushido: Jin—memahami dan bersimpati kepada orang lain, Gi—menjaga etika, Chu—setia kepada junjungan, Ko—menghormati dan menyayangi orang tua.

Kemudian, Rei—menghormati sesama, Chi—meningkatkan kebijaksanaan dengan memperluas pengetahuan, Shin—menjaga kejujuran, dan Tei—mencintai orang tua serta mereka yang patut dikasihani.

Yamamoto Tsunetomo adalah seorang samurai muda yang hidup di masa damai usai Perang Sekigahara pada 1600. Perang tersebut mengakhiri kekuasaan Hideyoshi Toyotomi dan dimulailah periode Edo di bawah pemerintahan Ieyasu Tokugawa.

Tsunetomo mulai mengabdi pada tuannya, Nabeshima Mitsushige, penguasa prefektur Saga, pada usia 9 tahun sebagai pesuruh. Pangkatnya lambat laun naik menjadi juru tulis. Ketika ia menjadi ronin—prajurit yang dibebastugaskan—di awal usia 20-an, ia melakukan perjalanan spiritual untuk menggali hakikat bushido.

Seorang Samurai senantiasa mempertahankan etika, moralitas, dan kebenaran. Integritas merupakan nilai Bushido yang paling utama. Kata integritas mengandung arti jujur dan utuh. Keutuhan yang dimaksud adalah keutuhan dari seluruh aspek kehidupan, terutama antara pikiran, perkataan, dan perbuatan.

“Seorang ksatria harus paham betul tentang yang benar dan yang salah, dan berusaha keras melakukan yang benar dan menghindari yang salah. Dengan cara itulah bushido biasa hidup.”

Nilai ini sangat dijunjung tinggi dalam falsafah bushido, dan merupakan dasar bagi insan manusia untuk lebih mengerti tentang moral dan etika.

*). YÅ« (Keberanian) / Berani dalam menghadapi kesulitan.

Keberanian merupakan sebuah karakter dan sikap untuk bertahan demi prinsip kebenaran yang dipercayai meski mendapat berbagai tekanan dan kesulitan. Keberanian juga merupakan ciri para samurai, mereka siap dengan risiko apapun termasuk mempertaruhkan nyawa demi memperjuangkan keyakinan.

“Pastikan kau menempa diri dengan latihan seribu hari, dan mengasah diri dengan latihan selama ribuan hari”. (Miyamoto Musashi)

Keberanian mereka tercermin dalam prinsipnya yang menganggap hidupnya tidak lebih berharga dari sebuah bulu. Namun demikian, keberanian samurai tidak membabibuta, melainkan dilandasi latihan yang keras dan penuh disiplin.

*). Jin (Kemurahan hati) / Memiliki sifat kasih sayang.

Bushido memiliki aspek keseimbangan antara maskulin (yin) dan feminin (yang). Jin mewakili sifat feminin yaitu mencintai. Meski berlatih ilmu pedang dan strategi berperang, para samurai harus memiliki sifat mencintai sesama, kasih sayang, dan peduli.

“Jadilah yang pertama dalam memaafkan.”(Toyotomi Hideyoshi)

Kasih sayang dan kepedulian tidak hanya ditujukan pada atasan dan pimpinan namun pada kemanusiaan. Sikap ini harus tetap ditunjukan baik di siang hari yang terang benderang, maupun di kegelapan malam. Kemurahan hati juga ditunjukkan dalam hal memaafkan.

*). Rei (Menghormati) / Hormat kepada orang lain.

“Apakah kau sedang berjalan, berdiri diam, sedang duduk, atau sedang bersandar, di dalam perilaku dan sikapmulah kau membawa diri dengan cara yang benar-benar mencerminkan prajurit sejati. (Kode Etik Samurai)

Seorang Samurai tidak pernah bersikap kasar dan ceroboh, namun senantiasa menggunakan kode etiknya secara sempurna sepanjang waktu. Sikap santun dan hormat tidak saja ditujukan pada pimpinan dan orang tua, namun kepada tamu atau siap pun yang ditemui. Sikap santun meliputi cara duduk, berbicara, bahkan dalam memperlakukan benda ataupun senjata.

*). Makoto atau (Shin Kejujuran) dan tulus-ikhlas / Bersikap Tulus dan Ikhlas.

“Samurai mengatakan apa yang mereka maksudkan, dan melakukan apa yang mereka katakan. Mereka membuat janji dan berani menepatinya.” (Toyotomi Hideyoshi)
“Perkataan seorang samurai lebih kuat daripada besi.” (Kode Etik Samurai)

Seorang Samurai senantiasa bersikap Jujur dan Tulus mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran. Para ksatria harus menjaga ucapannya dan selalu waspada tidak menggunjing, bahkan saat melihat atau mendengar hal-hal buruk tentang kolega.

*). Meiyo (Kehormatan) / Menjaga kehormatan diri.

Bagi samurai cara menjaga kehormatan adalah dengan menjalankan kode bushido secara konsisten sepanjang waktu dan tidak menggunakan jalan pintas yang melanggar moralitas.

“Jika kau di depan publik, meski tidak bertugas, kau tidak boleh sembarangan bersantai. Lebih baik kau membaca, berlatih kaligrafi, mengkaji sejarah, atau tatakrama keprajuritan.” (Kode Etik Samurai)

Seorang samurai memiliki harga diri yang tinggi, yang mereka jaga dengan cara perilaku terhormat. Salah satu cara mereka menjaga kehormatan adalah tidak menyia-nyiakan waktu dan menghindari perilaku yang tidak berguna.

*). Chūgo (Loyal) / Menjaga Kesetiaan kepada satu pimpinan dan guru.

Kesetiaan ditunjukkan dengan dedikasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas. Kesetiaan seorang ksatria tidak saja saat pimpinannya dalam keadaan sukses dan berkembang.

“Seorang ksatria mempersembahkan seluruh hidupnya untuk melakukan pelayanan tugas.” (Kode Etik Samurai)

Bahkan dalam keadaaan sesuatu yang tidak diharapkan terjadi, pimpinan mengalami banyak beban permasalahan, seorang ksatria tetap setia pada pimpinannya dan tidak meninggalkannya. Puncak kehormatan seorang samurai adalah mati dalam menjalankan tugas dan perjuangan.

*). Tei (Menghormati Orang Tua) / Menghormati orang tua dan rendah hati.

“Tak peduli seberapa banyak kau menanamkan loyalitas dan kewajiban keluarga di dalam hati, tanpa prilaku baik untuk mengekspresikan rasa hormat dan peduli pada pimpinan dan orang tua, maka kau tak bisa dikatakan sudah menghargai cara hidup samurai.” (Kode Etik Samurai)

Samurai sangat menghormati dan peduli pada orang yang lebih tua baik orang tua sendiri, pimpinan, maupun para leluhurnya. Mereka harus memahami silsilah keluarga juga asal-usulnya. Mereka fokus melayani dan tidak memikirkan jiwa dan raganya pribadi.

Nah itulah dia beberapa prinsip hidup dari seorang bushido samurai , banyak pelajaran menarik dan berharga yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari , semoga dengan membaca artikel ini dapat menambah wawasan dan memberikan motivasi untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik lagi. Semoga bermanfaat , Terima Kasih.

Posting Komentar

Do Follow Blog..

Silahkan Berkomentar di www.anaksurabaya.com Jika Ingin Berkomentar..

Don't Spam..Not Accept Anonymous Nick